PROGRAM REMEDIAL LITERASI: TAMBAHAN JAM BELAJAR MEMBACA & MENULIS LANCAR UNTUK 10 SISWA KELAS 3, 4, 5 YANG BELUM LANCAR

Karanglewas Lor, 17 Juni 2026 – Sebagai kepala sekolah, saya tidak bisa membiarkan ada anak yang tertinggal. Dari hasil asesmen guru kelas, saya mendata ada 10 siswa di kelas 3, 4, dan 5 yang kemampuan membaca dan menulisnya belum lancar. Karena itu saya menginisiasi program Remedial Literasi: Tambahan Jam Belajar Membaca dan Menulis Lancar khusus untuk mereka.
Program ini saya jalankan Senin sampai Jumat. Alasannya jelas: TKA dan TKAD di kelas 6 nanti menuntut anak mampu membaca soal dengan cepat dan memahami isi bacaan. Kalau fondasinya belum kuat dari sekarang, saya yakin mereka akan kesulitan 3 tahun lagi. “Saya ingin semua anak saya bisa, tidak ada yang saya biarkan,” pesan saya ke wali murid saat sosialisasi program.

Sasaran Bimbingan yang Saya Tetapkan:
Program ini khusus untuk siswa yang:
- Membaca masih mengeja kata per kata dan belum lancar
- Belum lancar membedakan huruf mirip seperti b-d, p-q
- Menulis masih terbalik dan belum rapi tegak bersambung
- Sulit menyalin teks dari papan tulis
Saya tidak malu menyebutnya “belum lancar”. Justru itu tanggung jawab saya sebagai kepala sekolah untuk menuntaskan.
Guru Pembimbing & Metode yang Saya Percayakan:
Saya menunjuk 2 guru yang sabar dan telaten untuk mendampingi mereka:
- Sri Indah Hardiyanti, S.Pd. - Guru Kelas 2: Fokus membimbing teknik membaca dari suku kata → kata → kalimat pendek→ kalimat panjang
- Nurul Anjarwati, S.Pd. - Guru Kelas 3: Fokus membimbing menulis huruf, menyalin, membuat kalimat sederhana, dan membuat kalimat majemuk
Jadwal: Setiap hari Senin sampai Jumat, 30 menit setelah pulang sekolah. Kelas kecil, 10 anak dibagi 2 grup agar bimbingan lebih intensif dan personal.

Saya sendiri turun mengecek perkembangan tiap anak. Tiap Jumat saya minta laporan dari Ibu Sri Indah dan Ibu Nurul: “Anak A sudah hafal 15 huruf, Anak B sudah bisa baca 1 kalimat tanpa mengeja.” Target saya akhir semester, 5 anak kelas 3 mampu membaca teks 200 kpm, untuk 1 anak kelas 4 mampu membaca teks 400 kpm, serta untuk 4 anak kelas 5 mampu membaca teks 600 kpm. Selain target dalam membaca juga ada target mampu menulis dengan rapi.
Bagi saya, ini bukan program tambahan biasa. Ini program penyelamatan. Semoga dengan ikhtiar remedial ini, saat mereka naik ke kelas 6 dan menghadapi TKA/TKAD, mereka sudah siap dan tidak gagap lagi menghadapi soal.
Dukungan Orang Tua Jadi Kunci
Keberhasilan program remedial literasi juga tidak lepas dari dukungan wali murid. Para orang tua diminta mendampingi anak mengulang 30 menit di rumah dan rutin diajak berkomunikasi perkembangannya oleh guru. “Awalnya saya sedih anak saya kelas 3 belum lancar baca. Tapi setelah ikut program remedial literasi, dia jadi semangat. Pulang sekolah malah minta dibelikan buku cerita,” cerita Ibu Wati, orang tua salah satu siswa.
Program ini akan terus dievaluasi tiap bulan. Targetnya, 10 siswa tersebut tidak ada yang tinggal kelas dan bisa mengikuti pelajaran di kelas dengan percaya diri.
Penulis & Penggagas Program,Rochimi, S.Pd.SD
Kepala SDN 1 Karanglewas Lor
Bagikan Berita Ke Rekan Guru:
Kolom Interaksi
Aktivitas Diskusi Publik
Partisipasi Komunitas
Masuk dengan akun Google untuk ikut berdiskusi
Belum ada tanggapan publik
Berita Terkait

*Akhirussanah TK Putra Harapan: Menutup Tahun dengan Syukur, Membuka Langkah dengan Doa*

SPMB Ramah SD Negeri 1 Kober Sambut Calon Wali Murid Baru Tahun Ajaran 2026/2027 dengan Hangat dan Nyaman

Cegah Stunting dan Jaga Kebugaran, Apotek K24 Edukasi Gizi dan Vitamin Murid Kelas IV SD Negeri 1 Kober
