Membangun Sekolah Ramah Anak: Sosialisasi Anti-Bullying di SD Negeri 2 Kedungwuluh

Membangun Sekolah Ramah Anak: Sosialisasi Anti-Bullying di SD Negeri 2 Kedungwuluh
Kedungwuluh, 10 April 2026 – Dalam rangka kegiatan Praktik Bimbingan dan Penyuluhan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Binluh Kamtibmas) Program Dikbangspes Gelombang II Tahun Anggaran 2026, SPN Polda Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi tentang bahaya bullying di SD Negeri 2 Kedungwuluh pada Jumat (10/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB ini disambut dengan antusias oleh pihak sekolah. Kepala SD Negeri 2 Kedungwuluh, Ibu Sri Sugiharti, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurut beliau, sosialisasi ini sangat bermanfaat dalam memberikan pemahaman kepada siswa mengenai bahaya dan dampak bullying di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh siswa kelas 1 sampai dengan kelas 3 yang berlangsung pukul 07.45–08.30 WIB. Sementara itu, sesi kedua diikuti oleh siswa kelas 4 dan 5 pada pukul 09.00–09.45 WIB. Kegiatan ini dipandu oleh tujuh personel dari SPN Polda Jawa Tengah yang memberikan materi secara interaktif dan menyenangkan.
Dalam sosialisasi tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk bullying yang sering terjadi di lingkungan sekolah, seperti mengejek teman, memanggil dengan sebutan yang tidak pantas, hingga tindakan fisik seperti memukul atau menendang. Disampaikan pula bahwa perilaku tersebut, meskipun sering dianggap bercanda, dapat menyakiti perasaan dan berdampak buruk bagi korban.
Selain itu, siswa juga diajak untuk memahami dampak negatif dari bullying, seperti rasa takut, rendah diri, hingga ketidaknyamanan berada di lingkungan sekolah. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa untuk saling menghargai dan menjaga perasaan teman.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusias. Para siswa terlihat aktif bertanya dan mengikuti setiap sesi dengan penuh semangat. Kehadiran anggota kepolisian juga memberikan kesan positif bagi siswa, sehingga terjalin kedekatan antara anak-anak dan aparat kepolisian. Hal ini menunjukkan bahwa polisi merupakan sahabat anak yang siap melindungi dan memberikan rasa aman.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh siswa dapat menerapkan sikap saling menghormati, berkata baik, serta berani melaporkan kepada guru atau orang dewasa apabila menemukan atau mengalami tindakan bullying. Dengan demikian, lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh warga sekolah.
Info: Khusus untuk Instagram & TikTok, silakan klik ikonnya untuk otomatis menyalin link berita, lalu tempelkan (Paste) pada Story atau Bio Anda.
Berita Terkait

Monitoring Ujian Sekolah di SDN 2 Pasir Kidul Berjalan Lancar : Tekankan Integritas dan Pemanfaatan Waktu

Transformasi Digital di Kelas: IFP Bikin Pembelajaran di SDN 1 Karanglewas Lor Makin Interaktif
