Transformasi Digital di Kelas: IFP Bikin Pembelajaran di SDN 1 Karanglewas Lor Makin Interaktif

Karanglewas Lor — Kegiatan observasi pembelajaran oleh kepala sekolah menjadi langkah penting untuk memastikan kualitas proses belajar mengajar tetap optimal. Melalui kegiatan ini, guru tidak hanya dipantau, tetapi juga mendapatkan umpan balik yang membangun.
Seiring perkembangan dunia pendidikan yang semakin dinamis, SD Negeri 1 Karanglewas Lor kini tidak lagi mengandalkan kembali metode konvensional dalam proses pembelajaran. Sekolah mulai mengoptimalkan penggunaan Interactive Flat Panel (IFP) sebagai bagian dari transformasi kelas digital.

Perangkat IFP bukan sekadar layar besar. Teknologi ini menjadi pusat pembelajaran modern yang interaktif, visual, dan adaptif. Siswa dapat menulis, menggambar, hingga memindahkan objek digital langsung di layar. Hasilnya, suasana kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan.
Kepala SD Negeri 1 Karanglewas Lor, Bu Rochimi, S.Pd.SD, melaksanakan observasi terhadap 10 guru dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 1, 2, 8, 9, dan 10 April 2026. Tahap kedua dijadwalkan pada bulan Mei.
Dalam pelaksanaan tahap pertama, hampir seluruh guru telah memanfaatkan IFP dalam pembelajaran. Penggunaan teknologi ini terbukti membantu guru menyampaikan materi secara lebih efektif dan menarik perhatian siswa.

“Penggunaan Interactive Flat Panel menandai pergeseran dari metode konvensional menuju kelas digital yang interaktif, visual, dan berpusat pada siswa. Ini sangat membantu siswa memahami konsep dengan lebih cepat,” ujar Bu Rochimi.
Ia juga menegaskan bahwa pemanfaatan IFP tidak hanya saat observasi, tetapi perlu diterapkan dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Transformasi ini menjadi langkah nyata sekolah dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital. Dengan memadukan teknologi, kreativitas guru, dan keterlibatan siswa, kualitas pembelajaran di SD Negeri 1 Karanglewas Lor semakin meningkat.
Lebih dari sekadar inovasi, penggunaan IFP menjadi jembatan menuju pendidikan yang lebih adaptif dan merata. Karena pada akhirnya, pendidikan berkualitas harus bisa diakses oleh semua, tanpa batas.
Penulis : Usriati, M.Pd.
Editor : Intan Martiani
Info: Khusus untuk Instagram & TikTok, silakan klik ikonnya untuk otomatis menyalin link berita, lalu tempelkan (Paste) pada Story atau Bio Anda.
Berita Terkait

Monitoring Ujian Sekolah di SDN 2 Pasir Kidul Berjalan Lancar : Tekankan Integritas dan Pemanfaatan Waktu

Semangat Hari Pertama TKAD dan US: Tim Korwilcam Dindik Purwokerto Barat Pastikan Kelancaran di Lapangan
