Hadirkan Euforia Unik, Petugas Damkar Kabupaten Banyumas Semprotkan Air Meriahkan Kelulusan Siswa SDN 3 Kedungwuluh

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Banyumas terlibat aktif dalam memeriahkan tradisi selebrasi kelulusan unik pasca-pengumuman kelulusan 98 siswa kelas VI SDN 3 Kedungwuluh, Kecamatan Purwokerto Barat, yang diselenggarakan di halaman sekolah pada hari Selasa (2/6) siang. Keterlibatan armada penjinak api ini menjadi puncak kejutan dramatis yang diintegrasikan ke dalam rangkaian formasi pertemuan emosional antara orang tua dan murid, guna mengekspresikan rasa euforia dan puji syukur atas capaian kelulusan mutlak 100 persen yang diraih hari ini.
Selebrasi ini bermula dari skenario yang telah diatur rapi oleh pihak sekolah setelah pengumuman formal di dalam kelas usai. Guru memanggil nama ananda satu per satu, menjadi penanda bagi wali murid untuk keluar menuju halaman sekolah guna menemui putra-putri mereka. Di luar ruangan, seluruh murid telah bersiap dalam formasi khusus dengan posisi membalikkan badan membelakangi kedatangan orang tua mereka. Ketegangan mencair menjadi keharuan luar biasa saat orang tua berhasil menemukan anaknya masing-masing, membalikkan tubuh mereka, dan memberikan langsung informasi surat hasil kelulusan yang mereka bawa dari dalam ruangan.
Seketika suasana haru tersebut berubah menjadi ledakan kegembiraan massal saat petugas Damkar Kabupaten Banyumas yang bersiaga di lokasi mulai menyemprotkan air bersih ke tengah-tengah lapangan. Di bawah guyuran air raksasa yang menyerupai hujan buatan tersebut, seluruh murid, wali murid, dan jajaran guru melebur menjadi satu dalam lingkaran formasi kebahagiaan. Sambil memanjatkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, para siswa melompat kegirangan merayakan hasil kerja keras mereka di bawah basahan air selebrasi yang menyegarkan.

Kepala Sekolah SDN 3 Kedungwuluh, Bu Akhmida Helmiyati, S.Pd., menegaskan pentingnya momentum selebrasi ini sebagai simbol kesiapan mental siswa ke jenjang berikutnya. "Guyuran air dari tim Damkar ini menyimbolkan reaktualisasi diri dan kesiapan baru. Kami melepas anak-anak dengan keyakinan penuh bahwa mereka telah siap secara ilmu dan karakter untuk menghadapi perkembangan IPTEK serta perubahan sosial kultural yang sangat cepat berubah di luar sana," tegasnya.
Rasa haru yang mendalam juga disampaikan oleh Guru Kelas VI A, Bu Tri Wahyuni, S.Pd.SD. Beliau mengaku sangat bangga dan lega menyaksikan anak-anak didiknya mampu menuntaskan pembelajaran selama 6 tahun di sekolah dasar dengan penuh dinamika. "Kami sangat bersyukur karena angkatan ini memiliki perjuangan yang luar biasa. Selama 6 tahun menempuh pendidikan, mereka berawal sekolah pada masa pandemi Covid-19 dengan Kurikulum Darurat, kemudian bertransisi ke Kurikulum Merdeka yang ditambah pembelajaran mendalam, hingga akhirnya harus mengalami ujian TKA (Tes Kompetensi Akademik) yang pertama kali diterapkan. Alhamdulillah, anak-anak dapat melaluinya dengan tegar dan semuanya dinyatakan lulus 100 persen," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Melalui kehadiran petugas pemadam kebakaran ini, pihak sekolah berhasil mengalihkan tradisi kelulusan yang biasanya identik dengan aksi negatif seperti konvoi di jalan raya atau corat-coret baju menjadi sebuah pesta air yang aman, bersih, dan berpusat di area sekolah. Momentum penuh kegembiraan dan puji syukur ini diharapkan mampu memberikan memori masa kecil yang indah serta mempererat hubungan emosional antara anak, orang tua, dan para guru yang telah berjuang bersama melewati berbagai tantangan zaman.
Bagikan Berita Ke Rekan Guru:
Kolom Interaksi
Aktivitas Diskusi Publik
Partisipasi Komunitas
Masuk dengan akun Google untuk ikut berdiskusi
Belum ada tanggapan publik
Berita Terkait

Meriahnya Lomba Sambung Lirik Lagu SDN 1 Karanglewas Lor dalam Rangka HUT RI ke-81

Jalan Sehat Semarak HUT Kemerdekaan RI ke-81 SDN 1 Karanglewas Lor

SEMARAK PERSARI SDN 2 KEDUNGWULUH: BELAJAR, BERMAIN, DAN TUMBUHKAN KEMANDIRIAN
