Berita Pendidikan

BBPMP Jawa Tengah Gelar Survei Pelaksanaan SPMB Online 2026 di SDN 1 Kober

Admin Korwil
3 Juli 2026
1031 Dilihat
BBPMP Jawa Tengah Gelar Survei Pelaksanaan SPMB Online 2026 di SDN 1 Kober

PURWOKERTO BARAT – Dalam rangka mengawal mutu dan mengevaluasi efektivitas sistem penerimaan peserta didik baru, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Dasar Negeri 1 Kober, Kecamatan Purwokerto Barat, pada Kamis (2/7/2026). Kunjungan ini bertujuan untuk melakukan Survei Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online SD Tahun Ajaran 2026/2027.

Tim BBPMP Jawa Tengah yang diwakili oleh Bapak Andri diterima langsung oleh Kepala SDN 1 Kober, Ketua Panitia SPMB Online 2026 SDN 1 Kober, serta perwakilan guru kelas 1. Agenda survei ini turut didampingi dan disaksikan langsung oleh Koordinator Wilayah (Korwil) Dinas Pendidikan Kecamatan Purwokerto Barat.

Gambar

Evaluasi Mendalam Melalui Wawancara Lapangan

Survei dilakukan melalui metode wawancara mendalam untuk menggali potret riil pelaksanaan SPMB sistem daring di tingkat dasar. Fokus utama diskusi ini berpusat pada tiga poin penting: kendala yang dihadapi, manfaat yang dirasakan, serta masukan dari lapangan demi penyempurnaan sistem di masa mendatang.

Beberapa poin penting dan testimoni yang berhasil dihimpun selama kegiatan survei antara lain:

  • Perspektif Korwil Dinas Pendidikan Purwokerto Barat: Ibu Korwil menyoroti terkait waktu sosialisasi kebijakan yang dirasa terlalu mendadak, sehingga persiapan sosialisasi ke masyarakat kurang matang. Meski demikian, beliau mengapresiasi tinggi manfaat sistem online ini, khususnya pada jalur mutasi. Menurutnya, sistem daring membuat proses mutasi terpantau sangat jelas dan transparan, serta memberikan kesempatan yang nyata bagi calon murid yang orang tuanya memang harus berpindah tugas.
  • Perspektif Kepala SDN 1 Kober: Ibu Kepala Sekolah menyampaikan bahwa SPMB Online sangat membantu dan meringankan beban bagi orang tua calon murid yang bekerja, karena pendaftaran bisa dilakukan secara fleksibel. Namun, beliau tidak menampik adanya tantangan psikologis di masyarakat. Beberapa wali murid masih menganggap sistem online ini sebagai hal baru yang "ribet". Hal ini disinyalir karena faktor belum terbiasa dan kurangnya pemahaman literasi digital terhadap sistem baru.
  • Perspektif Panitia Sekolah & Guru Kelas 1: Secara teknis pelaksanaan di internal sekolah, Ketua Panitia bersama perwakilan guru kelas 1 menyatakan bahwa seluruh rangkaian proses SPMB Online 2026 di SDN 1 Kober berjalan dengan lancar, aman, dan telah sesuai dengan Petunjuk Teknis (Juknis) yang ditetapkan.
Gambar

Validitas Data Sejak Dini: Catatan Penting dari BBPMP

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Bapak Andri selaku perwakilan BBPMP Jawa Tengah memberikan catatan penekanan mengenai pentingnya tertib administrasi kependudukan. Beliau mengimbau masyarakat dan pihak sekolah untuk segera memperbaiki data Kartu Keluarga (KK) jika terjadi perubahan guna menghindari kegagalan sistematis saat pendaftaran.

Lebih lanjut, Bapak Andri menjelaskan esensi terbesar dari transformasi digital ini.

"Sesungguhnya, dengan adanya sistem SPMB Online ini, data siswa menjadi jauh lebih valid sejak awal masuk sekolah. Kita memutus kebiasaan lama di mana data baru dicek kembali saat menjelang kelulusan, yang akhirnya memicu ditemukannya banyak kesalahan data justru ketika e-ijazah akan diterbitkan." — Bapak Andri, BBPMP Jawa Tengah.

Kegiatan survei ini diakhiri dengan komitmen bersama antara BBPMP Jateng, Korwil Purwokerto Barat, dan SDN 1 Kober untuk terus bersinergi melakukan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, sehingga pelaksanaan SPMB Online di tahun-tahun mendatang dapat berjalan semakin optimal, transparan, dan akuntabel.

Bagikan Berita Ke Rekan Guru:

Bagikan Berita Ini

Info: Khusus untuk Instagram & TikTok, silakan klik ikonnya untuk otomatis menyalin link berita, lalu tempelkan (Paste) pada Story atau Bio Anda.

Kolom Interaksi

Aktivitas Diskusi Publik

Partisipasi Komunitas

Masuk dengan akun Google untuk ikut berdiskusi

Belum ada tanggapan publik